Sabtu, 01 Maret 2014

Metode PCI

Perhitungan
Density (Kadar Kerusakan)
Density atau kadar kerusakan persentase luasan dari suatu jenis kerusakan terhadap luasan suatu unit segmen yang diukur meter persegi atau meter panjang. Nilai density suatu jenis kerusakan dibedakan juga berdasarkan tingkat kerusakannya.
Rumus mencari nilai density:
Density = Ad/As x100% ……….(1) atau

Density = Ld/AS X100% ……….(2)
Dengan:
Ad : Luas total jenis kerusakan untuk tiap tingkat kerusakan (m2).
Ld : Panjang total jenis kerusakan untuk tiap tingkat kerusakan (m).
As : Luas total unit segmen (m2).
3.3. Deduct Value (Nilai Pengurangan)
Deduct value adalah nilai pengurangan untuk tiap jenis kerusakan yang diperoleh dari kurva hubungan antara density dan deduct value. Deduct value juga dibedakan atas tingkat kerusakan untuk tiap-tiap jenis kerusakan. Beberapa grafik menurut jenis kerusakan nya:

Mencari Nilai q (Quality)
Nilai q didapat dari deduct value yang nilainya lebih dari syarat. Syarat untuk mencari nilai q adalah deduct value lebih besar dari 2 dengan menggunakan interasi. Nilai deduct value diurutkan dari yang besar sampai kecil. Nilai pengurang total atau total deduct value (TDV) adalah jumlah total dari nilai-nilai pengurang (deduct value) pada masing-masing sampel unit.
Sebelumnya dilakukan pengecekan nilai deduct value dengan persamaan (3)
Mi = 1 + (9/98)*(100-HDVi) ………. (3)
Dengan:
Mi : Nilai koreksi untuk deduct value
HDVi : Nilai terbesar deduct value dalam satu sampel unit.
Jika semua nilai deduct value lebih besar dari nilai Mi maka dilakukan pengurangan, tetapi jika semua nilai deduct value lebih kecil dari nilai Mi maka tidak dilakukan pengurangan terhadap nilai deduct value tersebut.

Total Deduct Value (TDV)
Total deduct value (TDV) adalah nilai total dari individual deduct value untuk tiap jenis kerusakan dan tingkat kerusakan yang ada pada suatu unit penelitian.

Corrected Deduct Value (CDV)
Corrected Deduct Value (CDV) adalah diperoleh dari kurva hubungan antara nilai TDV dengan nilai CDV dengan pemilihan lengkung kurva sesuai dengan jumlah nilai individual deduct value yang mempunyai nilai lebih besar dari 2 (dua).

Klaisifikasi Kualitas Perkerasan.
Jika nilai CDV telah diketahui, maka nilai PCI untuk tiap unit dapat diketahui dengan rumus:
PCI(S) = 100 – CDV ……….(4)
Dengan:
PCI(S) : pavement condition index untuk tiap unit.
CDV : Corrected Deduct Value untuk tiap unit.
Untuk nilai PCI secara keseluruhan:

PCI = ΣPCI(S)/N …………. (5)
Dengan:
PCI : nilai PCI perkerasan keseluruhan.
PCI(s) : Pavement condition index untuk tiap unit.
N : Jumlah unit.

Klasifikasi Kualitas Perkerasan
Nilai PCI untuk masing-masing unit penelitian dapat mengetahui kualitas lapis perkerasan unit segmen berdasarkan kondisi tertentu yaitu sempurna (excellent), sangat baik (very good), baik (good), sedang (fair), jelek (poor), sangat jelek (very poor) dan gagal (failed).

Metode PCI

Jenis Kerusakan-kerusakan pada struktur perkerasan jalan
Jenis dan Tingkat Kerusakan Jalan Menurut Metode Pavement Condition Index (PCI) .
1. Retak Kulit Buaya (Alligator cracking)
Retak kulit buaya adalah retak yang berbentuk sebuah jaringan dari bidang persegi banyak (polygon) kecil-kecil menyerupai kulit buaya dengan lebar celah lebih besar atau sama dengan 3 mm (Shahin,1994). Retak ini disebabkan oleh kelelahan akibat beban lalu lintas yang terjadi berulang-ulang.


2.Amblas (Depression)
Bentuk kerusakan yang terjadi ini berupa amblas/turunnya permukaan lapisan perkerasan pada lokasi-lokasi tertentu (setempat) dengan atau tanpa retak. Kedalaman kerusakan ini umumnya lebih dari 2 cm dan akan menampung/meresapkan air (Shahin,1994).

3. Tambalan dan Tambalan Galian Utilitas (Patching and Utility Cut Patching)
Tambalan dapat dikelompokkan kedalam cacat permukaan, karena pada tingkat tertentu (jika jumlah/luas tambalan besar) akan mengganggu kenyamanan berkendaraan. Berdasarkan sifatnya, tambalan dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu: tambalan sementara merupakan tambalan yang berbentuk tidak beraturan mengikuti bentuk kerusakan lubang dan tambalan permanen merupakan tambalan yang berbentuk segi empat sesuai rekonstruksi yang dilaksanakan (Shahin,1994).

4. Lubang (Potholes)
Kerusakan ini berbentuk seperti mangkok yang dapat menampung dan meresap air pada badan jalan. Kerusakan ini terkadang didekat retakan atau di daerah drainasenya kurang baik sehingga perkerasan tergenang oleh air (Shahin,1994).

5. Sungkur (Shoving)
Kerusakan ini membentuk jembulan pada lapisan aspal. Kerusakan biasanya terjadi pada lokasi tertentu dimana kendaraan berhenti pada kelandaian yang curam atau tikungan tajam. Kerusakan umumnya timbul disalah satu sisi jejak roda. Terjadinya kerusakan ini dapat diikuti atau tanpa diikuti oleh retak (Shahin,1994).
6. Pelepasan Butir (Weathering/Raveling)
Kerusakan ini berupa terlepasnya sebagian butiran-butiran pada permukaan perkerasan yang umumnya terjadi secara meluas. Kerusakan ini biasanya dimulai dengan terlepasnya material halus dahulu yang kemudian berlanjut terlepasnya material yang lebih besar (material kasar), sehingga pada akhirnya membentuk tampungan dan dapat meresapkan air ke badan jalan (Shahin,1994).

Senin, 10 Desember 2012


Jumat, 05 Oktober 2012

Suka - Suka



Konsep Modifikasi : Monster VR 46

Spesifikasi :

Lampu Depan + Setang : Yamaha Mio

Visor : Supra X 125

Ban Depan : Zeneos 90/80-17

Ban Belakang : FDR 100/90-17

Tuas Rem : Ride IT

Disk Brake Depan : Ride IT 3,5”

Knalpot : Satria FU 150 cc

Kampas Kopling : Faito

Per Kopling : Faito

Busi : NGK Platinum











Selasa, 02 Oktober 2012

Monster 46